SATPAS PATI

Jl. P. Sudirman no. 73 Pati.

PENDAHULUAN

UU No. 2 Thn. 2002
- Pasal 14 ayat (1) b
- Pasal 15 ayat (2) c
- Peraturan Pemerintah No. 44 / 1993 Pasal 216


1. Sebagai sarana identifikasi / jati diri seseorang
2. Sebagai alat bukti
3. Sebagai sarana upaya paksa
4. Sebagai sarana pelayanan masyarakat
Setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memiliki SIM peraturan ini tercantum pada Pasal 18 (1) UU No. 14 Th 1992 tentang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan, bahwa setiap pengemudi kendaraan bermotor diwilayah wajib memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM).

Penggunaan Golongan SIM (Pasal 211 (2) PP 44 / 93)

SIM untuk kendaraan bermotor roda 4 dengan berat yang diperbolehkan tidak lebih dari 3.500 Kg.

SIM untuk kendaraan bermotor roda 3 dengan karoseri mobil (Kajen VI) yang digunakan untuk angkutan orang / barang (bukan sepeda motor dengan kereta samping)

SIM untuk kendaraan bermotor dengan berat yang diperbolehkan lebih dari 1.000 Kg

SIM untuk kendaraan bermotor yang menggunakan kereta tempelan dengan berat yang diperbolehkan lebih dari 1.000 Kg

SIM untuk kendaraan bermotor roda 2 yang dirancang dengan kecepatan lebih dari 40 Km / Jam

SIM khusus bagi pengemudi yang menyandang disabilitas/berkebutuhan khusus

Persyaratan Pemohon SIM


1. Bisa membaca dan menulis
2. Memiliki pengetahuan peraturan lalu lintas jalan dan tekhnik dasar kendaraan bermotor.
3. Batas usia
- 17 Tahun untuk SIM Golongan A, C, dan D
- 20 Tahun untuk SIM Golongan B I dan A UMUM
- 21 Tahun untuk SIM Golongan B II
- 22 Tahun untuk SIM Golongan B I UMUM
- 23 Tahun untuk SIM Golongan B II UMUM
4. Terampil mengemudikan kendaraan bermotor
5. Sehat jasmani dan rohani
6. Lulus ujian teori dan praktek


1. SIM A telah 12 bulan untuk SIM BI / SIM A Umum
2. SIM BI / AU telah 12 bulan untuk SIM BII / SIM BI Umum
3. SIM BII / BIU telah 12 bulan untuk SIM BII Umum

Prosedur keluar daerah lama
- Mencabut berkas dan dokumen kartu induk dari Satlantas asal serta melampirkan surat pengantar dari Kasubbag SIM.
- Melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) wilayah yang dituju.
- Melaporkan kepada Kepala Satuan Lantas (Kasatlantas) yang dituju.

Prosedur masuk daerah baru
- Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani dari dokter (medical check up)
- Melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP)
- Melampirkan kartu induk atau surat pengantar dari Satlantas yang mengeluarkan SIM
- Pemohon membayar biaya formulir di Bank Internasional Indonesia (BII) atau Bank Rakyat Indonesia (BRI)
- Melakukan pengisian formulir permohonan


- Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani dari dokter (medical check up)
- Membawa surat laporan kehilangan SIM
- Pemohon membayar biaya formulir di Bank Internasional Indonesia (BII) atau Bank Rakyat Indonesia (BRI)
- Melakukan pengisian formulir permohonan
- Melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP)


- SIM habis masa berlakunya
- Digunakan oleh orang lain
- Diperoleh dengan cara tidaak sah
- Data yang ada pada SIM dirubah

Biaya penerbitan SIM (PP 60/2016)

SIM A/A UMUM
Pembuatan SIM : Rp 120.000
Pembuatan SIM Perpanjangan : Rp 80.000

SIM BI/BI UMUM
Pembuatan SIM Baru : Rp 120.000
Pembuatan SIM Perpanjangan : Rp 80.000

SIM BII/BII UMUM
Pembuatan SIM Baru : Rp 120.000
Pembuatan SIM Perpanjangan: Rp 80.000

SIM C/CI/CII
Pembuatan SIM Baru : Rp 100.000
Pembuatan SIM Perpanjangan: Rp 75.000

SIM D/DI (Penyandang disabilitas/berkebutuhan khusus)
Pembuatan SIM Baru : Rp 50.000
Pembuatan SIM Perpanjang: Rp 30.000

Uji Simulator : Rp 50.000

Mekanisme Penerbitan SIM

Standar Waktu Pelayanan